Saham Bakrie Apa Saja? Daftar Emiten Grup Bakrie di BEI

Saham Bakrie Apa Saja?
Saham Bakrie adalah sebutan yang umum digunakan investor untuk merujuk pada sejumlah emiten yang memiliki hubungan kepemilikan, afiliasi, atau keterkaitan dengan Grup Bakrie. Grup usaha yang berakar dari bisnis Achmad Bakrie sejak 1942 ini telah berkembang ke berbagai sektor, termasuk pertambangan, energi, infrastruktur, properti, perkebunan, media, dan kendaraan listrik.
Di pasar modal Indonesia, terdapat sejumlah saham yang sering dikaitkan dengan Grup Bakrie, seperti BNBR, BUMI, BRMS, ENRG, DEWA, UNSP, ELTY, VIVA, MDIA, JGLE, VKTR, dan ALII. Namun, investor perlu memahami bahwa hubungan setiap emiten dengan grup dapat berbeda, sehingga daftar saham yang disebut sebagai "saham Bakrie" dapat berbeda tergantung definisi afiliasi dan struktur kepemilikan yang digunakan.
Secara resmi, situs Bakrie & Brothers mencantumkan beberapa entitas dalam kelompok bisnisnya, termasuk Energi Mega Persada, Bumi Resources, Bumi Resources Minerals, Darma Henwa, Bakrieland Development, Bakrie Sumatera Plantations, VIVA, Intermedia Capital, serta VKTR. Bakrie & Brothers
Daftar Saham Grup Bakrie di BEI
1. BNBR — Bakrie & Brothers
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) merupakan salah satu perusahaan utama dalam ekosistem Bakrie dan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1989. Saat ini, bisnis BNBR berfokus pada manufaktur dan infrastruktur.
Bisnis BNBR mencakup manufaktur pipa baja, konstruksi metal, komponen otomotif, infrastruktur, hingga pengembangan kendaraan listrik melalui VKTR. Perusahaan juga mengembangkan bisnis berkelanjutan pada bidang energi hijau.
Pada 2025, pendapatan BNBR berasal antara lain dari Bakrie Metal Industries, VKTR Group, dan Bakrie Indo Infrastructure. Perseroan juga terus memperbesar eksposur pada infrastruktur melalui kepemilikan di Tol Cimanggis-Cibitung. Bakrie & Brothers
Investor dapat memantau perkembangan saham tersebut melalui halaman saham BNBR HakaHaki.
2. BUMI — Bumi Resources
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merupakan salah satu nama yang paling dikenal dalam kelompok saham Bakrie. Bisnis utamanya berada di sektor pertambangan batu bara.
Karena bergerak di sektor komoditas, kinerja BUMI sangat berkaitan dengan volume produksi, harga batu bara, biaya produksi, kondisi pasar energi global, serta struktur keuangan perusahaan.
Investor yang tertarik dengan BUMI sebaiknya tidak hanya melihat perubahan harga saham, tetapi juga memperhatikan kinerja operasional dan perkembangan harga komoditas yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.
3. BRMS — Bumi Resources Minerals
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bergerak di sektor pertambangan mineral dan memiliki eksposur terutama pada komoditas emas dan mineral lainnya.
Berbeda dengan BUMI yang berfokus pada batu bara, BRMS menawarkan eksposur terhadap sektor logam dan mineral. Karena itu, katalis bagi BRMS dapat berasal dari harga emas, produksi tambang, pengembangan proyek, serta keberhasilan peningkatan kapasitas produksi.
Perbedaan komoditas tersebut membuat investor sebaiknya tidak menyamakan risiko dan faktor penggerak harga BUMI dengan BRMS.
Untuk melihat perkembangan harga dan informasi emiten, investor dapat mengakses halaman saham BRMS HakaHaki.
4. ENRG — Energi Mega Persada
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bergerak di sektor minyak dan gas bumi. Portofolio bisnisnya memberikan eksposur terhadap komoditas energi selain batu bara.
Pergerakan kinerja ENRG dapat dipengaruhi oleh harga minyak dan gas, tingkat produksi, cadangan, biaya operasi, serta keberhasilan pengembangan aset migas.
5. DEWA — Darma Henwa
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bergerak di bidang jasa pertambangan. Perusahaan menyediakan jasa kontraktor untuk kegiatan pertambangan dan mendukung operasional tambang.
Karakter bisnis DEWA berbeda dari perusahaan pemilik tambang karena pendapatannya lebih berkaitan dengan kontrak jasa, volume pekerjaan, efisiensi operasional, serta perkembangan aktivitas pertambangan.
6. UNSP — Bakrie Sumatera Plantations
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet.
Dengan demikian, UNSP memberikan eksposur yang berbeda dari saham Bakrie di sektor pertambangan dan energi. Investor perlu memperhatikan harga komoditas perkebunan, produksi, produktivitas perkebunan, serta biaya operasional ketika menganalisis saham ini.
7. ELTY — Bakrieland Development
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) merupakan emiten yang bergerak di sektor properti dan pengembangan kawasan.
Kinerja perusahaan properti biasanya memiliki karakter yang berbeda dibandingkan emiten komoditas. Faktor seperti penjualan properti, pengembangan proyek, kondisi suku bunga, daya beli, dan permintaan properti perlu menjadi perhatian investor.
8. VIVA — Visi Media Asia
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor media dan menjadi bagian dari ekosistem media Grup Bakrie.
Bisnis media memiliki karakter pendapatan dan risiko yang berbeda dari pertambangan. Perkembangan belanja iklan, konsumsi media, perubahan perilaku audiens, serta transformasi digital menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi bisnis perusahaan.
9. MDIA — Intermedia Capital
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) merupakan perusahaan media yang juga tercantum dalam entitas Grup Bakrie.
MDIA memberikan eksposur kepada bisnis media dan konten. Investor perlu melihat perkembangan bisnis perusahaan, kondisi industri media, serta kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi konten.
10. JGLE — Graha Andrasentra Propertindo
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) merupakan emiten yang bergerak pada sektor properti, pariwisata, dan rekreasi.
Karakter bisnis JGLE membuat kinerja perusahaan dapat dipengaruhi oleh tingkat kunjungan, aktivitas pariwisata, daya beli masyarakat, serta perkembangan aset dan proyek yang dimiliki.
11. VKTR — VKTR Teknologi Mobilitas
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) merupakan emiten yang bergerak di bidang kendaraan listrik dan menjadi bagian dari pengembangan bisnis berkelanjutan Grup Bakrie.
VKTR mengembangkan kendaraan listrik dan telah memasok kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan transportasi. Pada kuartal I 2026, VKTR menyelesaikan pengiriman 30 bus listrik 12 meter kepada TransJakarta sehingga total kumulatif bus listrik yang telah dipasok ke TransJakarta mencapai 152 unit. Bakrie & Brothers
Prospek VKTR sangat berkaitan dengan perkembangan elektrifikasi transportasi, pengadaan kendaraan listrik, kemampuan manufaktur, serta kebijakan pemerintah mengenai kendaraan rendah emisi.
12. ALII — Ancara Logistics Indonesia
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, terutama yang berkaitan dengan rantai pasok komoditas.
ALII sering dimasukkan dalam daftar emiten yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem Bakrie. Namun, karena struktur kepemilikan dan definisi afiliasi dapat berubah, investor sebaiknya selalu melakukan pengecekan terhadap keterbukaan informasi terbaru sebelum menyimpulkan hubungan suatu emiten dengan Grup Bakrie.
Sektor Bisnis Grup Bakrie
Jika dikelompokkan berdasarkan sektor, saham-saham yang dikaitkan dengan Grup Bakrie menunjukkan diversifikasi yang cukup luas.
- Pertambangan: BUMI, BRMS, dan DEWA.
- Energi: ENRG.
- Manufaktur dan infrastruktur: BNBR.
- Perkebunan: UNSP.
- Properti dan rekreasi: ELTY dan JGLE.
- Media: VIVA dan MDIA.
- Kendaraan listrik: VKTR.
- Logistik: ALII.
Portofolio tersebut menunjukkan bahwa istilah saham Bakrie tidak merujuk pada satu sektor tertentu. Situs resmi Bakrie & Brothers sendiri mencantumkan bisnis grup yang mencakup energi, pertambangan, infrastruktur, properti, perkebunan, media, teknologi, dan kendaraan listrik. Bakrie & Brothers
Apakah Saham Bakrie Menarik untuk Investasi?
Interpretasi: saham-saham yang dikaitkan dengan Grup Bakrie menarik untuk diperhatikan karena memberikan eksposur kepada beberapa sektor yang berbeda, terutama pertambangan, energi, infrastruktur, dan kendaraan listrik. Namun, setiap emiten memiliki profil risiko dan kondisi fundamental yang berbeda.
Saham pertambangan seperti BUMI dan BRMS, misalnya, dipengaruhi oleh harga komoditas dan kinerja produksi. Sementara itu, saham seperti BNBR memiliki karakter holding dan manufaktur, sedangkan VKTR lebih berkaitan dengan perkembangan kendaraan listrik.
Karena itu, investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena nama Bakrie atau karena suatu saham sedang naik. Analisis tetap perlu dilakukan terhadap laporan keuangan, valuasi, struktur utang, prospek industri, arus kas, dan risiko masing-masing perusahaan.
Investor dapat membandingkan perkembangan saham dan kondisi pasar melalui Market HakaHaki sebelum melakukan analisis lebih lanjut.
Risiko Investasi Saham Grup Bakrie
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah volatilitas harga. Beberapa saham yang dikaitkan dengan Grup Bakrie memiliki pergerakan harga yang sangat aktif sehingga perubahan sentimen pasar dapat menghasilkan perubahan harga yang signifikan.
Selain volatilitas, risiko setiap perusahaan juga bergantung pada sektor bisnisnya. Emiten tambang memiliki risiko harga komoditas dan produksi, emiten properti menghadapi risiko siklus properti dan suku bunga, sedangkan perusahaan kendaraan listrik menghadapi risiko pertumbuhan pasar dan kebutuhan modal.
Investor sebaiknya memisahkan antara fakta mengenai kinerja perusahaan dan spekulasi pasar. Kenaikan harga saham dalam periode tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa fundamental perusahaan telah berubah secara permanen.
Cara Memilih Saham Bakrie
Tidak ada satu saham Bakrie yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua investor. Pilihan perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan pemahaman terhadap bisnis perusahaan.
Sebagai langkah awal, investor dapat memilih sektor yang dipahami terlebih dahulu. Setelah itu, bandingkan kinerja pendapatan, laba, utang, arus kas, valuasi, serta katalis masing-masing perusahaan.
Investor juga perlu memperhatikan keterbukaan informasi dan laporan keuangan terbaru karena kondisi bisnis serta struktur kepemilikan suatu perusahaan dapat berubah seiring waktu.
Untuk mengikuti perkembangan berita emiten dan corporate action, investor dapat menggunakan Berita Pasar HakaHaki.
Kesimpulan
Saham Bakrie apa saja? Sejumlah emiten yang sering dikaitkan dengan Grup Bakrie antara lain BNBR, BUMI, BRMS, ENRG, DEWA, UNSP, ELTY, VIVA, MDIA, JGLE, VKTR, dan ALII.
Bisnis perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertambangan batu bara dan mineral, minyak dan gas, manufaktur, infrastruktur, perkebunan, properti, media, hingga kendaraan listrik. Karena itu, karakter setiap saham tidak sama dan perlu dianalisis secara individual.
Bagi investor, memahami hubungan suatu emiten dengan Grup Bakrie hanyalah langkah awal. Keputusan investasi tetap sebaiknya didasarkan pada fundamental perusahaan, valuasi, prospek bisnis, risiko, serta tujuan investasi masing-masing.
Untuk mendapatkan informasi dan perkembangan terbaru mengenai saham-saham tersebut, investor dapat mengunjungi HakaHaki.
Sumber : Bakrie & Brothers, Bakrie & Brothers - Sejarah, KAF Sekuritas, Katadata