Semua Tools

Kalkulator Dividen Saham

Hitung estimasi dividen, dividend yield, dan yield on cost. Pelajari timeline Cum Date, Ex Date, Record Date, dan Payment Date.

Saham / Emiten

Masukkan kode saham IDX untuk melihat harga pasar terkini

Posisi Investor
lot

1 lot = 100 lembar saham

Rp

Harga rata-rata pembelian Anda. Digunakan untuk menghitung yield berdasarkan harga beli.

Data Dividen
Pilih kode saham untuk memuat jadwal dividen otomatis, atau pilih "Masukkan sendiri".

Perhitungan bersifat teoritis dan edukatif, bukan saran investasi. Data dividen yang dimasukkan manual adalah tanggung jawab pengguna.

Isi posisi saham dan data dividen, lalu klik Hitung Dividen untuk melihat hasil.

Cara Menghitung Dividen dan Yield

Ada tiga angka utama yang dihitung kalkulator.

Dividen kotor (gross dividend) adalah total dividen sebelum pajak, yaitu jumlah saham dikali dividen per lembar (DPS). Karena 1 lot sama dengan 100 lembar, jumlah saham dihitung dari lot dikali 100.

Dividen Kotor = (lot × 100) × DPS

Kalkulator juga menghitung dividen bersih berdasarkan tarif pajak yang digunakan di dalam kalkulator. Secara default tarif yang dipakai adalah 10%, sedangkan opsi bebas pajak menggunakan tarif 0%. Perhitungan pajak di kalkulator merupakan simulasi dan mengikuti pilihan yang Anda masukkan.

Dividend yield mengukur besar dividen terhadap harga pasar saat ini:

Dividend Yield = (DPS ÷ harga pasar) × 100%

Yield on cost mengukur besar dividen terhadap harga rata-rata pembelian Anda:

Yield on Cost = (DPS ÷ harga rata-rata) × 100%

Perbedaannya ada pada pembagi. Dividend yield memakai harga pasar terkini, sedangkan yield on cost memakai harga rata-rata beli Anda. Kalau harga beli Anda lebih rendah dari harga pasar sekarang, yield on cost akan lebih tinggi daripada dividend yield.

Contoh Dividend Yield dan Yield on Cost

Misalkan DPS Rp281, harga pasar Rp8.000, dan harga rata-rata beli Anda Rp7.500. (Angka ini hanya ilustrasi, bukan data pasar nyata.)

  • Dividend yield: (Rp281 ÷ Rp8.000) × 100% ≈ 3,51%
  • Yield on cost: (Rp281 ÷ Rp7.500) × 100% ≈ 3,75%

Yield on cost (3,75%) lebih tinggi daripada dividend yield (3,51%) karena harga rata-rata beli Anda (Rp7.500) berada di bawah harga pasar saat ini (Rp8.000). Kedua angka memakai DPS yang sama, hanya pembaginya yang berbeda.

Cara Menggunakan Kalkulator Dividen

Isi data posisi dan dividen Anda:

  • Jumlah lot: posisi saham Anda (1 lot = 100 lembar).
  • Harga rata-rata: harga beli rata-rata Anda, dipakai untuk menghitung yield on cost.
  • Dividend per share (DPS): dividen per lembar.

Untuk DPS dan jadwal dividen, ada dua cara. Pada mode otomatis, pilih kode saham lalu kalkulator mengisi DPS beserta tanggal Cum, Ex, Record, dan Payment dari jadwal dividen yang tersedia. Pada mode manual, Anda mengisi DPS sendiri.

Harga pasar diambil otomatis dari saham yang Anda pilih, dan dipakai untuk menghitung dividend yield. Kalau tidak ada saham yang dipilih, dividend yield tidak ditampilkan, tetapi yield on cost tetap dihitung selama harga rata-rata diisi.

Apa beda dividend yield dan yield on cost?

Keduanya menghitung dividen sebagai persentase, tetapi memakai pembagi yang berbeda. Dividend yield membandingkan DPS dengan harga pasar saat ini, sehingga menunjukkan imbal hasil dividen bagi orang yang membeli di harga sekarang. Yield on cost membandingkan DPS dengan harga rata-rata pembelian Anda, sehingga menunjukkan imbal hasil dividen relatif terhadap modal Anda sendiri. Jika harga beli Anda lebih rendah dari harga pasar, yield on cost akan lebih tinggi daripada dividend yield, dan sebaliknya.

Baca juga: Cara Menghitung Dividen Saham: Rumus, Contoh, dan Kalkulator