Right Issue: Pengertian, Cara Kerja, Rumus, dan Contohnya

Apa Itu Right Issue?
Right issue adalah aksi korporasi ketika perusahaan menerbitkan saham baru dan memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tersebut terlebih dahulu. Di Indonesia, hak ini dikenal sebagai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Tujuan right issue umumnya adalah memperoleh tambahan modal untuk kebutuhan perusahaan, seperti ekspansi bisnis, pembayaran utang, memperkuat struktur permodalan, atau kebutuhan pendanaan lainnya.
Investor yang mendapatkan HMETD memiliki hak untuk membeli saham baru sesuai rasio dan harga pelaksanaan yang ditentukan perusahaan. HMETD juga dapat diperdagangkan selama periode perdagangan yang ditetapkan.
Untuk memahami informasi HMETD secara lebih lengkap, investor dapat melihat data aksi korporasi melalui KSEI.
Cara Kerja Right Issue
Untuk memahami right issue, investor perlu memperhatikan beberapa informasi utama, yaitu rasio HMETD, harga pelaksanaan, tanggal penting, serta tujuan penggunaan dana hasil aksi korporasi.
1. Rasio Right Issue
Rasio menunjukkan berapa banyak hak yang diterima investor berdasarkan jumlah saham lama yang dimiliki. Misalnya perusahaan menetapkan rasio 1:4, artinya setiap 4 saham lama memberikan hak untuk membeli 1 saham baru.
Sebagai contoh ilustrasi, seorang investor memiliki 4.000 saham. Dengan rasio 1:4, investor tersebut memperoleh hak membeli sebanyak 1.000 saham baru.
2. Harga Pelaksanaan
Harga pelaksanaan adalah harga yang harus dibayar investor untuk menggunakan HMETD membeli saham baru. Harga ini dapat berbeda dari harga saham yang sedang diperdagangkan di pasar reguler.
Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat bahwa harga pelaksanaan lebih murah dari harga pasar. Investor juga perlu mempertimbangkan prospek bisnis perusahaan, jumlah saham baru yang diterbitkan, serta potensi perubahan valuasi setelah aksi korporasi.
3. Periode Perdagangan dan Pelaksanaan
Setelah HMETD didistribusikan, terdapat jadwal perdagangan dan periode pelaksanaan yang harus diperhatikan. Investor perlu memastikan apakah akan menggunakan haknya, menjual HMETD, atau tidak melakukan tindakan sampai hak tersebut berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Rumus Right Issue
Salah satu perhitungan penting dalam right issue adalah harga teoritis setelah ex-right atau sering disebut TERP (Theoretical Ex-Rights Price).
Secara sederhana, TERP dapat dihitung dengan rumus:
TERP = (Jumlah saham lama × Harga saham lama + Jumlah saham baru × Harga pelaksanaan) ÷ Total saham setelah right issue
Misalnya sebuah saham diperdagangkan pada harga Rp1.000. Perusahaan menerbitkan right issue dengan rasio 1:4 pada harga pelaksanaan Rp800.
Investor yang memiliki 4 saham lama mendapatkan hak membeli 1 saham baru. Maka perhitungannya adalah:
TERP = (4 × Rp1.000 + 1 × Rp800) ÷ 5 = Rp960
Angka Rp960 tersebut merupakan nilai teoritis, bukan jaminan bahwa harga saham akan benar-benar diperdagangkan pada level tersebut setelah ex-right.
Untuk menghitung kebutuhan dana, jumlah saham baru, atau memperkirakan TERP dengan lebih praktis, investor dapat menggunakan Kalkulator Right Issue HakaHaki.
Apa yang Terjadi Jika Investor Tidak Mengambil Right Issue?
Investor yang memperoleh HMETD tidak selalu wajib menggunakannya. Namun, keputusan untuk tidak berpartisipasi perlu dipahami karena penerbitan saham baru dapat meningkatkan jumlah saham beredar.
Jika jumlah saham meningkat sementara investor tidak menambah kepemilikannya, persentase kepemilikan investor terhadap perusahaan dapat mengalami dilusi.
Misalnya seorang investor sebelumnya memiliki 1% saham perusahaan. Setelah perusahaan menerbitkan saham baru, jumlah saham beredar meningkat. Jika investor tidak menggunakan haknya, persentase kepemilikannya dapat turun dibandingkan sebelum right issue.
Apakah Right Issue Menguntungkan?
Right issue tidak otomatis menguntungkan atau merugikan. Dampaknya sangat bergantung pada harga pelaksanaan, tujuan penggunaan dana, kondisi keuangan, prospek bisnis, serta respons pasar terhadap aksi korporasi tersebut.
Dari sisi positif, tambahan modal dapat membantu perusahaan melakukan ekspansi atau memperbaiki struktur keuangan. Jika dana yang dihimpun digunakan secara produktif dan menghasilkan pertumbuhan laba, aksi korporasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Sebaliknya, right issue dapat menjadi kurang menarik apabila perusahaan terus membutuhkan tambahan modal tetapi tidak menunjukkan perbaikan kinerja bisnis yang memadai. Karena itu, investor sebaiknya membaca prospektus dan memahami alasan perusahaan melakukan aksi korporasi sebelum mengambil keputusan.
Perbedaan Right Issue dan Dilusi Saham
Right issue dan dilusi saham berkaitan erat, tetapi keduanya bukan istilah yang sama.
Right issue adalah aksi korporasi berupa penerbitan saham baru kepada pemegang saham yang sudah ada melalui HMETD. Sementara itu, dilusi adalah berkurangnya persentase kepemilikan pemegang saham akibat bertambahnya jumlah saham beredar ketika pemegang saham tersebut tidak menambah kepemilikannya.
Dengan kata lain, right issue merupakan tindakan perusahaan, sedangkan dilusi merupakan salah satu dampak yang dapat terjadi terhadap persentase kepemilikan investor.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengikuti Right Issue?
Sebelum memutuskan menggunakan HMETD, investor sebaiknya melihat tujuan penggunaan dana. Right issue untuk ekspansi yang berpotensi meningkatkan kapasitas dan laba perlu dinilai berbeda dengan right issue yang terutama digunakan untuk memperbaiki tekanan keuangan.
Investor juga perlu memperhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD. Kedua faktor tersebut menentukan berapa banyak dana yang diperlukan dan bagaimana struktur kepemilikan berubah setelah aksi korporasi.
Selain itu, perhatikan kondisi fundamental perusahaan, potensi dilusi, harga saham di pasar, serta jadwal pelaksanaan HMETD. Investor dapat memantau informasi saham dan pasar melalui Market HakaHaki.
Untuk emiten tertentu, informasi aksi korporasi juga perlu dibandingkan dengan kondisi saham dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Jangan hanya melihat harga HMETD yang terlihat lebih murah dibandingkan harga saham di pasar reguler.
Investor juga dapat memeriksa informasi pasar dan berita terbaru terkait aksi korporasi melalui Berita Pasar HakaHaki.
Kesimpulan
Right issue adalah cara perusahaan menghimpun modal dengan menerbitkan saham baru dan memberikan HMETD kepada pemegang saham lama. Investor perlu memahami rasio, harga pelaksanaan, jadwal, potensi dilusi, serta tujuan penggunaan dana sebelum mengambil keputusan.
Perhitungan seperti TERP juga penting untuk membantu investor memahami harga teoritis saham setelah ex-right. Namun, perhitungan tersebut hanya bersifat teoritis karena harga pasar dapat bergerak berdasarkan sentimen, fundamental, likuiditas, dan kondisi pasar.
Dengan memahami mekanisme right issue dan melakukan perhitungan secara mandiri, investor dapat menilai apakah suatu aksi korporasi sesuai dengan strategi investasinya. Untuk perhitungan yang lebih praktis, gunakan Kalkulator Right Issue HakaHaki.