Prabowo Soroti Target Ekonomi 8%, Bank Dunia Ungkap Tantangan Produktivitas RI

Diterbitkan 17 Sep 2026, 09:16 · Diperbarui 17 Sep 2026, 16:36 · Redaksi HakaHaki · berdasarkan 1 sumber
Ilustrasi: cnbcindonesia.com

Sumber gambar: cnbcindonesia.com

Target pertumbuhan ekonomi 8% masih menjadi ambisi pemerintah, sementara Bank Dunia menilai peningkatan produktivitas dan reformasi struktural menjadi kunci agar Indonesia dapat tumbuh lebih cepat.

Presiden Prabowo Subianto terus mendorong target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% untuk mendukung ambisi menuju negara berpendapatan tinggi pada 2045. Bank Dunia mencatat perekonomian Indonesia tetap resilien, tetapi memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,0% pada 2026 sebelum meningkat menjadi 5,2% pada 2027–2028. Bank Dunia menilai percepatan pertumbuhan membutuhkan reformasi produktivitas, perbaikan iklim investasi dan perdagangan, penguatan kompetisi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kajian jangka panjangnya, Bank Dunia memperkirakan skenario pertumbuhan 8% membutuhkan peningkatan produktivitas yang sangat signifikan. Tanpa reformasi yang lebih dalam, pertumbuhan Indonesia berisiko melambat dalam jangka panjang, sementara reformasi moderat hingga ambisius dapat membawa pertumbuhan ke kisaran 6,0–6,7%. Perkembangan produktivitas, investasi, perdagangan, teknologi, dan kualitas regulasi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan seiring upaya pemerintah mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.

Sumber

Bukan rekomendasi investasi.