Rumus Right Issue: Cara Menghitung TERP, Harga Teoritis, dan Dilusi

Apa Itu Rumus Right Issue?
Rumus right issue digunakan untuk membantu investor menghitung dampak penerbitan saham baru terhadap harga teoritis saham, jumlah saham yang dimiliki, kebutuhan dana, dan potensi dilusi kepemilikan.
Dalam aksi right issue, perusahaan menerbitkan saham baru dan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham lama. HMETD memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk membeli saham baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain sesuai ketentuan aksi korporasi. OJK
Salah satu perhitungan terpenting adalah TERP (Theoretical Ex-Rights Price), yaitu harga teoritis saham setelah saham baru diterbitkan. Perhitungan ini membantu investor memahami bagaimana harga saham secara teoritis berubah setelah right issue.
Rumus TERP Right Issue
Rumus TERP yang umum digunakan adalah:
TERP = ((Saham Lama × Harga Saham Lama) + (Saham Baru × Harga Pelaksanaan)) ÷ (Saham Lama + Saham Baru)
Untuk menghitungnya, investor perlu mengetahui tiga informasi utama: jumlah saham lama, harga saham sebelum ex-right, dan harga pelaksanaan right issue.
Contoh Menghitung TERP
Misalnya sebuah perusahaan memiliki saham yang diperdagangkan pada harga Rp1.000. Perusahaan kemudian melakukan right issue dengan rasio 1:4 pada harga pelaksanaan Rp800.
Artinya, setiap 4 saham lama memberikan hak untuk membeli 1 saham baru.
Maka perhitungannya:
TERP = ((4 × Rp1.000) + (1 × Rp800)) ÷ (4 + 1)
TERP = Rp4.800 ÷ 5 = Rp960
Jadi, berdasarkan perhitungan teoritis, harga saham setelah ex-right adalah Rp960.
Nilai Rp960 bukan berarti harga saham pasti akan diperdagangkan pada level tersebut. Harga aktual di pasar tetap dapat bergerak karena sentimen investor, kondisi pasar, kinerja perusahaan, likuiditas, dan faktor lainnya.
Investor yang ingin melakukan perhitungan dengan lebih praktis dapat menggunakan Kalkulator Right Issue HakaHaki.
Rumus Menghitung Jumlah Saham Baru
Rasio right issue juga dapat digunakan untuk menghitung berapa banyak saham baru yang menjadi hak investor.
Rumus sederhananya:
Jumlah Saham Baru = Jumlah Saham Lama × Rasio Saham Baru ÷ Rasio Saham Lama
Sebagai contoh, investor memiliki 10.000 saham dan perusahaan menetapkan rasio right issue 1:4.
Maka:
10.000 × 1 ÷ 4 = 2.500 saham baru
Artinya, investor mendapatkan hak untuk membeli maksimal 2.500 saham baru sesuai ketentuan aksi korporasi tersebut.
Rumus Menghitung Dana yang Dibutuhkan
Setelah mengetahui jumlah saham baru yang dapat dibeli, investor dapat menghitung kebutuhan dana dengan rumus:
Kebutuhan Dana = Jumlah Saham Baru × Harga Pelaksanaan
Dengan contoh sebelumnya, investor mendapatkan hak membeli 2.500 saham baru dan harga pelaksanaannya adalah Rp800.
Kebutuhan Dana = 2.500 × Rp800 = Rp2.000.000
Jadi, investor membutuhkan dana sebesar Rp2 juta untuk menggunakan seluruh HMETD yang diperoleh.
Perhitungan ini penting karena harga right issue yang terlihat murah belum tentu berarti kebutuhan modalnya kecil. Semakin besar jumlah HMETD yang dimiliki, semakin besar pula dana yang perlu disiapkan untuk melakukan exercise.
Rumus Dilusi Right Issue
Right issue dapat menyebabkan perubahan persentase kepemilikan apabila pemegang saham lama tidak mengikuti penerbitan saham baru. OJK menjelaskan bahwa pemberian HMETD kepada pemegang saham lama dimaksudkan agar mereka memiliki kesempatan mempertahankan persentase kepemilikannya. OJK
Secara sederhana, persentase kepemilikan dapat dihitung dengan:
Persentase Kepemilikan = Jumlah Saham yang Dimiliki ÷ Total Saham Beredar × 100%
Contoh Dilusi
Misalnya sebelum right issue terdapat 100 juta saham beredar dan seorang investor memiliki 10 juta saham. Artinya, investor tersebut memiliki 10% perusahaan.
Perusahaan kemudian menerbitkan 25 juta saham baru. Setelah right issue, total saham menjadi 125 juta.
Apabila investor tidak membeli saham baru, kepemilikannya tetap 10 juta saham.
Maka persentase kepemilikannya menjadi:
10 juta ÷ 125 juta × 100% = 8%
Investor tersebut mengalami penurunan persentase kepemilikan dari 10% menjadi 8%. Inilah salah satu dampak dilusi yang perlu diperhatikan ketika menganalisis right issue.
Rumus Nilai Teoritis HMETD
Selain TERP, investor juga dapat memperkirakan nilai teoritis HMETD berdasarkan harga saham sebelum ex-right, harga pelaksanaan, dan rasio right issue.
Untuk rasio 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan tertentu, pendekatan sederhananya adalah membandingkan harga saham sebelum ex-right dengan TERP dan harga pelaksanaan.
Namun, dalam praktiknya investor perlu memperhatikan rasio HMETD karena semakin berbeda rasio penerbitannya, semakin berbeda pula perhitungan nilai teoritis hak tersebut.
Karena itu, investor sebaiknya tidak menilai murah atau mahalnya HMETD hanya berdasarkan selisih antara harga saham dan harga pelaksanaan.
Apakah TERP Sama dengan Harga Saham Setelah Right Issue?
Tidak. TERP adalah harga teoritis berdasarkan perhitungan matematis, sedangkan harga saham aktual ditentukan oleh mekanisme pasar.
Misalnya hasil perhitungan TERP adalah Rp960. Harga saham di pasar tetap dapat berada di atas atau di bawah Rp960 setelah ex-right karena investor mempertimbangkan prospek perusahaan, sentimen pasar, kondisi industri, kinerja keuangan, dan faktor lainnya.
Karena itu, TERP sebaiknya digunakan sebagai acuan analisis, bukan sebagai prediksi pasti harga saham.
Apa yang Perlu Dicek Sebelum Mengikuti Right Issue?
Perhitungan matematis merupakan langkah awal. Investor juga perlu memahami tujuan penggunaan dana hasil right issue. Tambahan modal untuk ekspansi bisnis, pelunasan utang, atau kebutuhan lainnya dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap prospek perusahaan.
Perhatikan juga rasio HMETD, harga pelaksanaan, jumlah saham baru yang diterbitkan, jadwal perdagangan HMETD, serta potensi dilusi.
Selain itu, bandingkan aksi korporasi dengan kondisi fundamental emiten. Right issue pada perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan dan penggunaan dana yang jelas perlu dianalisis berbeda dengan perusahaan yang melakukan penambahan modal karena tekanan keuangan.
Informasi mengenai saham dan kondisi pasar dapat dipantau melalui Market HakaHaki.
Investor juga dapat membaca perkembangan aksi korporasi dan kabar pasar terbaru melalui Berita Pasar HakaHaki.
Kesimpulan
Rumus right issue membantu investor memahami dampak penerbitan saham baru secara lebih terukur. Perhitungan yang paling penting antara lain TERP, jumlah saham baru yang menjadi hak investor, kebutuhan dana untuk exercise, serta potensi dilusi kepemilikan.
Dengan contoh saham Rp1.000, rasio 1:4, dan harga pelaksanaan Rp800, TERP secara teoritis adalah Rp960. Namun, harga aktual setelah ex-right tetap ditentukan oleh kondisi pasar dan faktor fundamental perusahaan.
Memahami rumus right issue akan membantu investor tidak hanya melihat harga pelaksanaan, tetapi juga memahami konsekuensi aksi korporasi terhadap harga saham dan kepemilikan. Untuk menghitungnya dengan lebih cepat, gunakan Kalkulator Right Issue HakaHaki.
Sumber : OJK